Rabu, 01 Februari 2012

Malu Bertanya Mogok di Jalan

Selasa, 31 Januari 2012. Pukul 16.30 wita.

Gue diajak oleh teman gue bernama Hardi ke rumahnya.
Ini pertama kalinya gue Ijin Pesiar (IP) selain di hari Rabu.
Kali ini gue gak berdua, tapi bertiga yaitu dengan Sandi, Ketua Angkatan 14.
Gue baru nyadar gue kayak orang homo karena gue pernah IP berdua dengan Hardi apalagi pakaian sama (pakaian dinas)
IP kali ini terasa spesial karena surat yang dibutuhkan IP langsung diuruskan oleh pengasuhan, biasanya kalau mau IP kita yang harus mengurus surat IP.
Perjalanan kami diawali dengan nge-tem (nebeng mobil pick up).
Ini pertama kalinya gue pergi dengan ngetem.
Karena ini pertama kalinya, gue sempet-sempetin untuk berfoto ria dan memutar lagu di mobil.

Ini Sandi
Ini Hardi
Ini gue

Kami pun harus berhenti di simpang tiga yang menuju Tenggarong dan Balikpapan, karena bapaknya tidak bisa mengantar lebih jauh.
Untungnya ada stand ojek di persimpangan jai kami tidak perlu mencari lagi.
Kami pun melakukan perjalanan lagi dengan ojek, gue dan Sandi bergoncengan, gue pun bercerita sama Sandi kalau kita kayak gini seperti H**O.
Mendengar kata itu, Tukang Ojek pun menengok kebelakang, mungkin tukang ojek pingin bilang kayak gini "Om dulunya gituh loh..." :)
Kami pun berhenti lagi di persimpangan yang ada patungnya *entah gak tahu nama jalannya.
Setelah itu, kamipun berjalan kaki, sekitar 15 menit *mungkin lebih yang membuat kami bete seperti anak yang belum dikasih makan 3 hari.
Setelah menuggu lama akhirnya ada angkotnya lewat.
Untung ada cewek cantik di angkot, jadi pikiran menjadi fresh :)
Setengah perjalanan kami lalui, ternyata mobilnya mogok, dan terpaksa kami berhenti.
Kata supirnya "Angkotnya gak bisa ngangkut yang berat".
Dalam pikiranku, tadi cewek cantik bawa banyak barang dan berat, gak terjadi apapun tuh.
Bilang aja malas ngantar gitu om.

Mobil angkot yang mogok
Menuggun dan menuggu, dan akhirnya kami dapat angkot lagi.
Pas masuk, terdengarlah lagu yang gak jelas *seprti campuran lagu reagge dengan latin.
Kami yang gak tahu artinya pun berjoget-joget diangkot.
Setelah lagu pertama selesai, lagu kedua di putar dengan genre yang gak jelas itu
Kami menjadi hening dan tidak berjoget lagi setelah mendengar reff lagu yang menyebutkan "halle.....". Mungkin lagu pertama berisi lagu rohani juga.
Kami berjoget ria lagi setelah mendengar lagu Jay Sean yang judulnya Down.
Kami menjuluki angkot kedua ini gaul, gara-gara di angkot ada mini TV nya, jadi kami bisa nonton walaupun lagu lawas.
Akhirnya kami sampai di rumah Hardi jam 18.35 wita.
Gue kira kami akan berlama- lama disana. Ternyata cuma 15 menit disana kami oun balik keasrama.
Menuggu angkot yang tak kinjing datang yang gue dan Sandi asik dengan kegiatan sendiri sedangkan Hardi lagi menuggu Angkot.
Setengah jam kami menuggu angkot yang tak kunjung datang.
Mungkin kalau angkot tak datang, Hardi akan menari striptease di jalan supaya kami bisa jokie mobil.
Angkot pun datang, angkot kali ini unik, karena suara pada saat ng-gas atau nge-rem berbunyi decitan sehingga kami menjadi obyak di pasar.
Angkot ini mungkin bisa menjadi target produsen Oli terkenal gara-gara suaranya.
Akhirnya kami sampai di kampus Melati dan menyelesaikan masalah perut yang lapar tingkat dewa ini.
:D

2 komentar: