Halo
sobat Izzer. Kita bertemu kembali. Kali ini gue Cuma mau sharing cerita di postingan kali ini.
Kalo
kamu dikasih pilihan antara kamu orang tipe pemikir atau tipe perasaan
(feeling), kamu pilih yang mana? Kenapa kamu pilih itu?
Kalo
menurut gue, gue tipe keduanya *kok bisa? Karena
menurut kakak gue, gue bisa menyeimbangkan antara perasaan dan pemikiran.
Setelah gue flashback, ternyata ada benarnya juga. Waktu gue kecil, gue dulu
pendiam. Gue mempunyai acil (tante). Acil gue dulu baik kesemua orang. Tapi
entah kenapa menurut feeling gue, gue merasa kalo acil gue ini licik alias gak
baik. Soalnya acil gue ini kalo ada proyek pasti datangi bapak gue (lurah). Oh,
y ague dulu bisa membaca perasaan orang alias peka terhadap perasaan orang.
Karena ada feeling itu, gue pun coba mensurvei (mendengar) informasi-informasi
yang ada dan gue berkesimpulan kalo acil gue ini bermuka dua. Ingin kuceritakan
ini pada orang tua gue tetapi gue gak berani karena gue merasa gue masih kecil
dan gak perlu mengurusi pemasalahan orang tua gue. Setelah beberapa bulan,
ternyata dugaan gue benar. Acil gue jarang bersilahturahmi ke rumah. Bapak gue
menyadari itu, tetapi tetap sabar menghadapi permasalahan itu. Mungkin, itu
salah satu cerita tentang gue yang bertipe pemikir dan perasaan. Mungkin banyak
orang berpikir orang pendiam itu tidak punya banyak cerita tetapi kenyataanya tidak.
Diluar
cerita ini, gue cuma mau share:
- · Gue orangnya pendiam, tetapi alhamdulliah gak terlalu pendiam sekarang.
- · Orang pendiam akan tampak sebagai pemalu, dan orang pemalu akan tampak seperti pendiam. Tapi orang pendiam belum tentu pemalu, dan orang yang pemalu belum tentu diam.
- · Orang Pendiam itu hati mereka tidak diam.
- · Jangan samakan orang pendiam dengan orang sombong.
- · Gue bisa membaca perasaan alias peka terhadap orang tapi sekarang tidak terlalu peka seperti dulu.
- · Orang pendiam itu akan merasa nyaman (contoh: mengobrol) pada seseorang jika orang itu mau mengakrabkan diri kepada orang pendiam tersebut.
- · Jangan remehkan emosi orang pendiam, karena orang pendiam itu bisa memendam segala emosinya melebihi siapapun, tetapi jika jika orang pendiam tersebut mengeluarkannya, orang tersebut akan mengeluarkan segala emosinya sampai emosinya habis dan orang tersebut tidak mau melibatkan orang-orang disekitarnya dengan segala emosinya tersebut.
- · Orang pendiam tidak selamanya ingin berdiam diri, karena orang pendiam ingin juga sharing ke lingkungannya dari hal besar sampai hal kecil sekalipun.
- · Jangan beranggapan kalo orang pendiam itu hanya asik pada ‘dunia’nya sendiri. Sebenarnya orang pendiam itu ingin membagi ‘dunia’nya kepada lingkungan sekitarnya, tetapi terkadang lingkungan sekitarnya tidak mendukung ‘dunia’ dari orang pendiam tersebut.
Gue cuma mau ngomong kepada pembaca. Jangan menghakimi seseorang jika kamu tidak
mengenalnya secara lebih dekat. Dan kepada yang dihakimi, jangan pedulikan
orang-orang yang menghakimimu, mereka hanya cobaan buat kamu.
Mungkin
lebih banyak lagi refrensi tentang orang pendiam, tetapi cuma itu yang bisa gue
share kepada pembaca. Kalo ada tambahan tentang definisi orang pendiam bisa
komentar di bawah postingan. Thanks sudah membaca J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar