Sabtu, 08 Desember 2012

Entertainment pada Jaman Dulu dan Jaman Sekarang

Entertainment pada tahun 2000-an di mansa saya masih kecil adalah masa dimana dunia perfilman di Indonesia masih berkualitas. Walaupun di tahun 2000-an, teknologi pada saat itu masih belum canggih seperti di Negara-negara lain.
Pada saat saya masih ingat masih berjayanya film Warkop DKI yang beranggotakan Dono, Kasino dan Indro. Warkop adalah salah satu icon dalam dunia lawak selain Grup Srimulat. Tidak lupa juga saya ingat film legenda seperti Wiro Sableng, Sangkurinag dan sebagainya.
Entah kenapa, perfilman di Indonesia sekarang tidak berkualitas lagi. Memang, ada film berkualitas sampai mendapatkan penghargaan internasional seoerti The Raid dan Mirror, tetapi itu hanya segelintir dari film yang tidak berkualitas. Perfilman sekarang hanya film horror yang di bumbui dengan sedikit genre dewasa. Tidak seperti film horror dulu seperti Jelangkung, Pocong, Setan ada di Sini, dan sebagainya yang memang berkualitas, karena berkualitas film horror tersebut, sampai-sampai ada yang trauma menonton film horror tersebut.

Sekarang, tidak hanya dunia film yang tidak berkualitas, tetapi juga merambah kedunia sinetron dan dunia usik. Sadarkah kita kalau dunia sinetron mempunyai konflik yang sama? Ya, konflik dalam dunia sinetron mudah sekali ditebak  dan bahkan adegan sintron tidak masuk akal. Seperti, seseorang yang ingin ditabrak tetapi orang tersebit tidak menghindar dan malah terkesan ‘ingin’ ditabrak sambil berteriak. Ada juga orang yang sekarat di rumah sakit tetapi masih bisa ngomong ke orang-orang sekitarnya.
Kalau dunia musik, Indonesia lebih suka mengelompokkan genre musik dan tidak mau mengeksplorasi genre musik yang lain. Studio musik hanya mementingkan materi daripada kualitas musik itu sendiri. Sehingga, dunia musik di Indonesia tidak berkembang. Tidak seperti Korea Selatan yang berjuang keras dalam dunia entertainment-nya sehingga membuat Kora Selatan sekarang dapat menembus entertainment dunia.
Untuk itulah, Indonesia harus berjuang keras dalam dunia entertainment, sehingga membuat Indonesia bisa menembus entertainment dunia.\

Tidak ada komentar:

Posting Komentar