Rabu, 12 Februari 2014

The Father of Hilang di Kasur

Melihat timeline dan foto masa-masa SMA gue jadi bernostalgia. Di asrama dulu, waktu kelas satu, gue paling males makan pagi. Gue dan teman-teman gue diwajibkan makan sesuai jadwal yang ditentukan.
Awal masuk saja, gue sudah jadi salah satu anak yang bandel. Pas, kelas dua, gue menemukan kekuatan tersembunyi dari diri gue. Yaitu, Hilang di Kasur no jutsu (maksa banget). Gue menemukan jurus ini bersama rekan gue, inisial A.F.R.I.Z.A.L. Kalo rekan gue ini, dia menemukan jurus Akting Sakit no jutsu. Awalnya, gue ingin berguru dengannya. Tapi, sudah banyak penghuni asrama yang memiliki jurus itu. Jadi, gue memgembangkan jurus baru yaitu Hilang di Kasur no jutsu. Jurus ini mengandalkan trik psjikologis penglihatan manusia (ceileh). Ternyata jurus ini terbilang ampuh, karena cuma satu orang yang tau keberadaan jurus ini, yaitu, Pak H (jangan dibaca Paha). Entah kenapa Paha ini selalu menemukan gue. Apakah aliran cakranya sudah level dewa. Entahlah, hanya Naruto yang tau. Apakah jurus gue ada yang mewarisi? sepertinya tidak ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar