Minggu yang sangat cerah sekali. "Hari yang cocok untuk bermain game", ujar Teguh. Ya, setiap minggu pagi adalah jadwal main game online di sekolah bagi Teguh. Terkadang, temannya ikut bermain game online dengannya. Teguh bermain setiap minggunya karena dia siswa perantauan dan kebetulan sekolahnya mengambil sistem boarding school. Walaupun dia sering main game dia termasuk siswa berprestasi di bidang non akademik. "Woi!" Teriak Gilang kepada temannya.
"Oh, Gilang" Celingak-celinguk seorang perempuan mencari sumber suara. "Siapa Lang?" Tanya Teguh. "Namanya Rani, cantik gak?" Jawab Gilang. "Ngg, biasa aja" sambil menatap layar laptopnya. "Heleh, kalimat "ngg"-mu itu berarti iya" "Beneran" "Ngelak berarti tambah iya" Sigap Gilang". Sembari mereka berdebat. Rani sudah didepan mereka. "Hai Gilang" "Hai Ran" "Tumben kamu disekolah. Biasanya kamu jalan-jalan keluar sekolah" "Dompet lagi tipis nih. Mau kasih aku uang?" "Yee, malah minta duit." "Siapa temanmu?" "Oh, kenalin, namanya Teguh" "Kok jarang ngeliat ya?" "Dia intovert banget" "Gak juga sih" cegah Teguh. "Kamu yang sering menang lomba desain itu ya?" Tanya Rani. Teguh kebingungan. "Aku yang cerita ke dia bro" ucap Gilang menjawab kebingungan Teguh. Memang, sekolah Teguh tidak memprioritaskan prestasi non akademik. Sehingga siswa berprestasi dibidang non akademik tidak terkenal. "Tumben kamu ke sekolah?" Tanya Gilang. "Aku lagi ikut bimbel privat. Aku pergi dulu ya". Rani pun pergi dari pandangan mereka.
Kamis, 19 November 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar