Diam adalah
sebuah sikap dimana seseorang tidak akan berbicara apapun. Diam juga termasuk
sikap yang netral menurut saya karena kita tidak tahu kalau diam itu memihak ke
pro atau kontra.
Terkadang ada
orang rendahan dalam berbicara, biasanya selalu mengeluh, mencela, menghina dan
mengatakan kata-kata kasar. Oleh karena itu bila kita tidak mampu berbicara
yang baik-baik maka hadits Nabi SAW memberikan pilihan yang kedua yaitu Diam.Meskipun
menurut saya diam pada mulanya mungkin tampak tidak menyenangkan bagi mereka
yang terbiasa langsung berbicara (mudah berbicara), diam menawarkan manfaat
yang sangat berharga bagi mereka yang mau belajar menggunakannya dengan baik.
Ada juga pepatah
“Diam itu Emas” yang artinya diam itu mulia dan pepatah tersebut identik dengan
pendiam. Padahal, pendiam menurut saya, beda dengan orang yang paham arti diam.
Maksudnya orang pendiam karena memang dia diam, dia diam memang karena karakter
dasarnya. Menurut saya pepatah “Diam itu Emas” hanya berlaku bagi orang-orang
yang tidak memilih “Berkata Baik” dalam kesehariannya, yang memilih tidak memakai
filter sebagai lisannya. Tapi faktanya ada pula dengan diam malah menjadi
masalah.
Kapan diam
adalah emas? Diam dalam arti tidak berbicara, dalam kondisi tertentu memang
diperbolehkan dan bahkan diperintahkan. Misalnya, pada saat khotib jumat naik
mimbar dan makmum dilarang berbicara sepatah katapun. Dengan diam pula,
kita membuat kesempatan pada diri kita
sendiri untuk belajar menjadi pendengar yang baik.
Berbicara
tentang orang pendiam, orang pendiam akan tampak sebagai pemalu, dan orang
pemalu akan tampak seperti pendiam. Tapi orang pendiam belum tentu pemalu, dan
orang yang pemalu belum tentu diam. Terkadang di luar diri kita, kita terlihat
diam, tetapi dalam diri kita, kita tidak terlihat diam. Menurut saya orang pendiam
itu hati (perasaan) mereka tidak diam. Orang pendiam itu akan merasa nyaman
pada seseorang jika orang itu mau mengakrabkan diri kepada orang pendiam
tersebut.
Kebanyakan orang
pendiam itu bisa menjaga rahasia karena mereka mengobrol hanya seperlunya.
Jangan remehkan emosi orang pendiam, karena orang pendiam itu bisa memendam
segala emosinya melebihi siapapun, tetapi jika jika orang pendiam tersebut
mengeluarkannya, orang tersebut akan mengeluarkan segala emosinya sampai
emosinya habis dan orang tersebut tidak mau melibatkan orang-orang disekitarnya
dengan segala emosinya tersebut.
Semoga kita bisa
menjadi pendiam dengan ilmu dan berbicara dengan ilmu juga. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar