Sabtu, 03 November 2012

Diam itu Apa?

Seblumnya gue juga meposting Pendiam itu Pemikir atau Perasa?



Diam adalah sebuah sikap dimana seseorang tidak akan berbicara apapun. Diam juga termasuk sikap yang netral menurut saya karena kita tidak tahu kalau diam itu memihak ke pro atau kontra.
Terkadang ada orang rendahan dalam berbicara, biasanya selalu mengeluh, mencela, menghina dan mengatakan kata-kata kasar. Oleh karena itu bila kita tidak mampu berbicara yang baik-baik maka hadits Nabi SAW memberikan pilihan yang kedua yaitu Diam.Meskipun menurut saya diam pada mulanya mungkin tampak tidak menyenangkan bagi mereka yang terbiasa langsung berbicara (mudah berbicara), diam menawarkan manfaat yang sangat berharga bagi mereka yang mau belajar menggunakannya dengan baik.
Ada juga pepatah “Diam itu Emas” yang artinya diam itu mulia dan pepatah tersebut identik dengan pendiam. Padahal, pendiam menurut saya, beda dengan orang yang paham arti diam. Maksudnya orang pendiam karena memang dia diam, dia diam memang karena karakter dasarnya. Menurut saya pepatah “Diam itu Emas” hanya berlaku bagi orang-orang yang tidak memilih “Berkata Baik” dalam kesehariannya, yang memilih tidak memakai filter sebagai lisannya. Tapi faktanya ada pula dengan diam malah menjadi masalah.
Kapan diam adalah emas? Diam dalam arti tidak berbicara, dalam kondisi tertentu memang diperbolehkan dan bahkan diperintahkan. Misalnya, pada saat khotib jumat naik mimbar dan makmum dilarang berbicara sepatah katapun. Dengan diam pula, kita  membuat kesempatan pada diri kita sendiri untuk belajar menjadi pendengar yang baik.
Berbicara tentang orang pendiam, orang pendiam akan tampak sebagai pemalu, dan orang pemalu akan tampak seperti pendiam. Tapi orang pendiam belum tentu pemalu, dan orang yang pemalu belum tentu diam. Terkadang di luar diri kita, kita terlihat diam, tetapi dalam diri kita, kita tidak terlihat diam. Menurut saya orang pendiam itu hati (perasaan) mereka tidak diam. Orang pendiam itu akan merasa nyaman pada seseorang jika orang itu mau mengakrabkan diri kepada orang pendiam tersebut.
Kebanyakan orang pendiam itu bisa menjaga rahasia karena mereka mengobrol hanya seperlunya. Jangan remehkan emosi orang pendiam, karena orang pendiam itu bisa memendam segala emosinya melebihi siapapun, tetapi jika jika orang pendiam tersebut mengeluarkannya, orang tersebut akan mengeluarkan segala emosinya sampai emosinya habis dan orang tersebut tidak mau melibatkan orang-orang disekitarnya dengan segala emosinya tersebut.
Semoga kita bisa menjadi pendiam dengan ilmu dan berbicara dengan ilmu juga. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar