Mereka berjalan dan terus berjalan. Akhirnya, si api dan si air memutuskan untuk beristirahat. Si api terlihat malu dengan si air, begitu juga dengan si air. Waktu pun berlalu.Si api pun terbangun dari tidurnya. Si api menengok si air. Entah kenapa si api heran dengan si air menyusut. Si api kaget melihat batu mereka di ambil oleh para semut. Si api berusaha mengambilnya dan akhirnya berhasil mengambilnya. Si api kaget ternyata ada manusia yang mengambilnya untuk menjadi alat penghangat dan juga penerangan. Rasa kecewa kembali menghampiri si api karena meninggalkan si air.
Si api berusaha keluar tetapi tidak bisa keluar dari lampu penerangan rumah manusia itu. Betapa kagetnya si api melihat si air semakin menyusut dan mengejarnya. Si air pun menemani si api yang tejebak di dalam lampu penerangan tersebut. Si api merasa kasihan dengan si air yang mau menemaninya. Waktu terus berjalan. Malam pun tiba, si api terbangun di tengah malamnya. Si api terkejut melihat si air menguap. Si api merasa bersalah. Alngkah kagetnya si api melihat manusia itu menghampirinya dan mematikannya. Si api kaget dia berada di langit dan melihat si air dengan senyum manisnya yang telah menguap. Si air mengulurkan tangan membantu si api. Dan si api pun meraihnya. Si api pun senang akhirnya bisa menggenggam tangan si air begitu juga dengan si air
Tidak ada komentar:
Posting Komentar